PENDAHULUAN: Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dengan ini kami Keluarga Besar PTGI (Perkumpulan Tukang Gigi Indonesia)telah menerbitkan website kami semoga bermanfaat
Selasa, 24 November 2009
NOTULENSI RAPAT PTGI PUSAT
tanggal 15 Mei 2009
1. segera membuat AD / ART PTGI
2. rapat rutin pengurus pusat setiap bulan diminggu terakhir
3. kepada seluruh pengurus dan anggota PTGI agar segera membayar uang iuran wajib sebesar 10.000/bln atau 120.000/thn.
4. LAPORAN DARI DEPARTEMEN KESEHATAN HARI RABU, 13 MEI 2009
BAGI TUKANG GIGI YANG MEMASANG TULISAN ORTHO, BRIKET, JAKET HARUS DICABUT karena bukan kerjaan tukang gigi dan telah melanggar aturan Depkes No 339 th 89 yang mana pekerjaan tukang gigi hanya dua :
- membuat gigi palsu lepasan
- memasang gigi palsu lepasan
5. segera membuat BPC Kota Bekasi
tanggal 01 November 2009
1. Alhamdulillah surat izin praktek tukang gigi diKota Bekasi sudah bisa dibuat
adapun rincian biayanya :
Rincian rincian biaya pembuatan surat izin diKota Bekasi:
- Biaya pembuatan izin Rp.75.000
- Biaya administrasi bppt Rp.50.000
- Biaya Rekomendasi organisasi Rp. 100.000/thn 3 th = 300.000
100rb dibayar langsung, 200rb dibayar pertahun 100rb
- Biaya transport pembuatan surat izin = Rp.50.000
tentunya biaya tersebut diatas akan berbeda dengan daerah - daerah yang lain
dikarenakan otonomi daerah yang memungkinkan perbedaan aturan tentang pembiayaan
surat izin praktek tukang gigi.
2. Informasi dari dinkes Kota Bekasi th 2010 tukang gigi akan diusulkan di RAPBD (Rancangan Anggaran Belanja Daerah) sehingga ada alokasi dana untuk tukang gigi yang difokuskan untuk anggaran pembinaan tukang gigi
3. Diusulkan agar segera melebarkan sayap membentuk BPC Jakarta Timur
1. segera membuat AD / ART PTGI
2. rapat rutin pengurus pusat setiap bulan diminggu terakhir
3. kepada seluruh pengurus dan anggota PTGI agar segera membayar uang iuran wajib sebesar 10.000/bln atau 120.000/thn.
4. LAPORAN DARI DEPARTEMEN KESEHATAN HARI RABU, 13 MEI 2009
BAGI TUKANG GIGI YANG MEMASANG TULISAN ORTHO, BRIKET, JAKET HARUS DICABUT karena bukan kerjaan tukang gigi dan telah melanggar aturan Depkes No 339 th 89 yang mana pekerjaan tukang gigi hanya dua :
- membuat gigi palsu lepasan
- memasang gigi palsu lepasan
5. segera membuat BPC Kota Bekasi
tanggal 01 November 2009
1. Alhamdulillah surat izin praktek tukang gigi diKota Bekasi sudah bisa dibuat
adapun rincian biayanya :
Rincian rincian biaya pembuatan surat izin diKota Bekasi:
- Biaya pembuatan izin Rp.75.000
- Biaya administrasi bppt Rp.50.000
- Biaya Rekomendasi organisasi Rp. 100.000/thn 3 th = 300.000
100rb dibayar langsung, 200rb dibayar pertahun 100rb
- Biaya transport pembuatan surat izin = Rp.50.000
tentunya biaya tersebut diatas akan berbeda dengan daerah - daerah yang lain
dikarenakan otonomi daerah yang memungkinkan perbedaan aturan tentang pembiayaan
surat izin praktek tukang gigi.
2. Informasi dari dinkes Kota Bekasi th 2010 tukang gigi akan diusulkan di RAPBD (Rancangan Anggaran Belanja Daerah) sehingga ada alokasi dana untuk tukang gigi yang difokuskan untuk anggaran pembinaan tukang gigi
3. Diusulkan agar segera melebarkan sayap membentuk BPC Jakarta Timur
PENGURUS PTGI BPC JAKARTA TIMUR
PENASEHAT
1. ROFIKY
2. H. SAHLAN
3. RIAN ARIESGA
KETUA
BADRI
WAKIL KETUA
ENUL YAKIN
BENDAHARA
SAMIN
SEKRETARIS
JUHRI SANUSI
DIVISI ORGANISASI
SEKSI EKONOMI
ABD. BASID
SEKSI HUMAS
1. MOH. MAKSUM
2. ABDURRAHMAN
3. IZAK NAWAWI
SEKSI AGAMA & SOSIAL
ABDUSSALAM
SEKSI PEMBINAAN
RIDWAN
SEKSI KEAMANAN
1. JAMALUDIN
2. KURNIAWAN
3. SUPRIYADI
1. ROFIKY
2. H. SAHLAN
3. RIAN ARIESGA
KETUA
BADRI
WAKIL KETUA
ENUL YAKIN
BENDAHARA
SAMIN
SEKRETARIS
JUHRI SANUSI
DIVISI ORGANISASI
SEKSI EKONOMI
ABD. BASID
SEKSI HUMAS
1. MOH. MAKSUM
2. ABDURRAHMAN
3. IZAK NAWAWI
SEKSI AGAMA & SOSIAL
ABDUSSALAM
SEKSI PEMBINAAN
RIDWAN
SEKSI KEAMANAN
1. JAMALUDIN
2. KURNIAWAN
3. SUPRIYADI
SK PTGI BPC JAKARTA TIMUR
SURAT KEPUTUSAN
PERKUMPULAN TUKANG GIGI INDONESIA
Nomor : 005/SK/KU-i/PTGI/X/2009
TENTANG
PELANTIKAN PENGURUS PTGI BPC JAKARTA TIMUR
MENIMBANG :1.Bahwa diperlukannya kepengurusan PTGI BPC JAKARTA TIMUR
MENGINGAT :
1.Anggaran Dasar PTGI Pasal 12 Bab tentang Struktur Organisasi PTGI
2.Anggaran Rumah Tangga PTGI Bagian III Pasal 19 tentang personalia
Pengurus Cabang
MEMPERHATIKAN :Hasil Musyawarah Cabang PTGI BPC JAKARTA TIMUR pada tgl 20 Oktober 2009
NOMOR: 011/MusCab-1/PTGI/X/2009 ketetapan MusCab I.
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN
Pertama :Sdr. BADRI sebagai Ketua PTGI BPC JAKARTA TIMUR
Kedua :Surat Keputusan ini berlaku sejak diputuskan
Ketiga :Jika ditemukan adanya kekeliruan dan atau kekurangan, maka akan
dilakukan perbaikan
Ditetapkan di Jakarta, Tanggal :1 November 2009
H. A R I F I N
Ketua Umum PTGI Pusat
PERKUMPULAN TUKANG GIGI INDONESIA
Nomor : 005/SK/KU-i/PTGI/X/2009
TENTANG
PELANTIKAN PENGURUS PTGI BPC JAKARTA TIMUR
MENIMBANG :1.Bahwa diperlukannya kepengurusan PTGI BPC JAKARTA TIMUR
MENGINGAT :
1.Anggaran Dasar PTGI Pasal 12 Bab tentang Struktur Organisasi PTGI
2.Anggaran Rumah Tangga PTGI Bagian III Pasal 19 tentang personalia
Pengurus Cabang
MEMPERHATIKAN :Hasil Musyawarah Cabang PTGI BPC JAKARTA TIMUR pada tgl 20 Oktober 2009
NOMOR: 011/MusCab-1/PTGI/X/2009 ketetapan MusCab I.
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN
Pertama :Sdr. BADRI sebagai Ketua PTGI BPC JAKARTA TIMUR
Kedua :Surat Keputusan ini berlaku sejak diputuskan
Ketiga :Jika ditemukan adanya kekeliruan dan atau kekurangan, maka akan
dilakukan perbaikan
Ditetapkan di Jakarta, Tanggal :1 November 2009
H. A R I F I N
Ketua Umum PTGI Pusat
PENGURUS PTGI BPC KOTA BEKASI
PENASEHAT
1. NUR HASAN
2. ACH FAUZI
3. SAIFUL AMAM
KETUA
MINHAJI
WAKIL KETUA
HALILI
BENDAHARA I
IRFAN.S
BENDAHARA II
HAFID
SEKRETARIS I
MUZAKKI
SEKRETARIS II
PADMO
DIVISI ORGANISASI
SEKSI EKONOMI
1. MAMAN
2. MATJURI
SEKSI HUMAS
1. MISJALI
2. MULAJI YANTO
3. ABD. MUIS SAFLANA
4. SAIFUL BAHRI
SEKSI AGAMA & SOSIAL
1. M. NUR RAHMAN
2. DEDI MULYADI
3. BURADIN
SEKSI PEMBINAAN
1. HANAFI
2. JUMAALI
SEKSI KEAMANAN
1. NUR HASAN
2. HERMAN
3. SATRAWI
4. SUNAR
1. NUR HASAN
2. ACH FAUZI
3. SAIFUL AMAM
KETUA
MINHAJI
WAKIL KETUA
HALILI
BENDAHARA I
IRFAN.S
BENDAHARA II
HAFID
SEKRETARIS I
MUZAKKI
SEKRETARIS II
PADMO
DIVISI ORGANISASI
SEKSI EKONOMI
1. MAMAN
2. MATJURI
SEKSI HUMAS
1. MISJALI
2. MULAJI YANTO
3. ABD. MUIS SAFLANA
4. SAIFUL BAHRI
SEKSI AGAMA & SOSIAL
1. M. NUR RAHMAN
2. DEDI MULYADI
3. BURADIN
SEKSI PEMBINAAN
1. HANAFI
2. JUMAALI
SEKSI KEAMANAN
1. NUR HASAN
2. HERMAN
3. SATRAWI
4. SUNAR
Jumat, 20 November 2009
SK PTGI BPC KOTA BEKASI
SURAT KEPUTUSAN
PERKUMPULAN TUKANG GIGI INDONESIA
Nomor : 004/SK/KU-i/PTGI/V/2009
TENTANG
PELANTIKAN PENGURUS PTGI KOTA BEKASI
MENIMBANG :1.Bahwa diperlukannya kepengurusan PTGI Kota Bekasi
MENGINGAT :
1.Anggaran Dasar PTGI Pasal 12 Bab tentang Struktur Organisasi PTGI
2.Anggaran Rumah Tangga PTGI Bagian III Pasal 19 tentang personalia
Pengurus Cabang
MEMPERHATIKAN :Hasil Musyawarah Cabang PTGI Kota Bekasi pada tgl 01 Juni 2009
NOMOR: 010/MusCab-1/PTGI/IV/2009 ketetapan MusCab I.
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN
Pertama :Sdr. Minhaji sebagai Ketua PTGI Kota Bekasi
Kedua :Surat Keputusan ini berlaku sejak diputuskan
Ketiga :Jika ditemukan adanya kekeliruan dan atau kekurangan, maka akan
dilakukan perbaikan
Ditetapkan di Jakarta, Tanggal :15 Juni 2009
H. A R I F I N
Ketua Umum PTGI Pusat
PERKUMPULAN TUKANG GIGI INDONESIA
Nomor : 004/SK/KU-i/PTGI/V/2009
TENTANG
PELANTIKAN PENGURUS PTGI KOTA BEKASI
MENIMBANG :1.Bahwa diperlukannya kepengurusan PTGI Kota Bekasi
MENGINGAT :
1.Anggaran Dasar PTGI Pasal 12 Bab tentang Struktur Organisasi PTGI
2.Anggaran Rumah Tangga PTGI Bagian III Pasal 19 tentang personalia
Pengurus Cabang
MEMPERHATIKAN :Hasil Musyawarah Cabang PTGI Kota Bekasi pada tgl 01 Juni 2009
NOMOR: 010/MusCab-1/PTGI/IV/2009 ketetapan MusCab I.
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN
Pertama :Sdr. Minhaji sebagai Ketua PTGI Kota Bekasi
Kedua :Surat Keputusan ini berlaku sejak diputuskan
Ketiga :Jika ditemukan adanya kekeliruan dan atau kekurangan, maka akan
dilakukan perbaikan
Ditetapkan di Jakarta, Tanggal :15 Juni 2009
H. A R I F I N
Ketua Umum PTGI Pusat
Jumat, 12 Juni 2009
SUSUNAN PENGURUS PTGI PUSAT
PENASEHAT ORGANISASI
H. MADDIYO MADANI
MUSTOFA
MISBAH SH
KETUA UMUM
H. ARIFIN
WAKIL KETUA
ADNAN HERIYANTO SE
SEKRETARIS JENDRAL
DEDI SUBAIDI
BENDAHARA
SUHRIYANTO
DIVISI ORGANISASI
SEKSI EKONOMI
M.JUFRI SE
SEKSI HUMAS
ACHMAD RIDOI
SEKSI AGAMA & SOSIAL
H. NOHA'I
SEKSI PEMBINAAN
HOSNAWARDI
SHOLEH
SEKSI KEAMANAN
MUHYI
SYUKUR
SEPTIYADI
H. MADDIYO MADANI
MUSTOFA
MISBAH SH
KETUA UMUM
H. ARIFIN
WAKIL KETUA
ADNAN HERIYANTO SE
SEKRETARIS JENDRAL
DEDI SUBAIDI
BENDAHARA
SUHRIYANTO
DIVISI ORGANISASI
SEKSI EKONOMI
M.JUFRI SE
SEKSI HUMAS
ACHMAD RIDOI
SEKSI AGAMA & SOSIAL
H. NOHA'I
SEKSI PEMBINAAN
HOSNAWARDI
SHOLEH
SEKSI KEAMANAN
MUHYI
SYUKUR
SEPTIYADI
SURAT EDARAN
SURAT EDARAN
Nomor: SE- 01 PTGI/2009
tentang
PEMBERITAHUAN KEWAJIBAN MEMBAYAR IURAN WAJIB
BAGI PENGURUS DAN ANGGOTA
PTGI / PTGI SELURUH INDONESIA
Sehubungan dengan perihal tersebut di atas dapat kami sampaikan beberapa hal terkait khususnya dengan iuran wajib yang diperuntukkan kepada seluruh pengurus dan anggota PTGI / PTGI seluruh Indonesia. Adapun yang ingin kami sampaikan adalah sebagai berikut :
1.Dasar penarikan iuran wajib bagi pengurus dan anggota adalah merujuk kepada AD / ART yang dibuat oleh Notaris tanggal 9 Desember 2008 Pasal 9 ayat 2 tentang kewajiban anggota adalah setiap anggota wajib menyokong keuangan perkumpulan serta memenuhi keharusan membayar uang pangkal dan iuran.
2.Maksud dan tujuan penarikan iuran adalah :
a.Tujuan jangka pendek
-Untuk membuat akta notaris pengurusan surat – surat penting yang didalamnya memuat (sertifikasi, surat perijinan).
-Biaya operasional sehari – hari
-Biaya operasional bulanan (listrik, telepon, dll)
-Pengadaan peralatan kantor
-Biaya pertemuan – pertemuan baik internal maupun eksternal
b.Tujuan jangka panjang
-Direncanakan untuk pengadaan Kantor Sekretariat PTGI mengingat sampai saat ini belum adanya kantor sekretariat padahal kontor sekretariat merupakan hal yang mendasar dalam organisasi.
-Membiayai Peningkatan SDM anggota
3.Besaran uang iuran ditetapkan oleh pengurus sebesar Rp.20.000/bulan, adapun jika ada anggota yang akan menyampaikan saran dan pendapat mengenai keberadaan iuran ini tolong disampaikan lewat pengurus BPD/BPC atau Pengurus Pusat.
4.Adapun tekhnis pembayaran iuran adalah sebagai berikut :
a.Untuk Pengurus dan anggota BPD dan BPC menyerahkan uang iurannya kepada bendahara BPD dan BPC untuk selanjutnya bendahara BPD dan BPC menyalurkan iurannya ke rekening PTGI Pusat di bank BRI cabang Pondok Kopi no rekening 101002010509 a.n PTGI
b.Untuk Pengurus PTGI Pusat bisa langsung ke Bendahara PTGI Pusat
5.Pembayaran iuran selambat-lambatnya tanggal 10 setiap bulannya.
6.Dikarenakan pentingnya informasi Surat Edaran ini segera sampai kepada seluruh Pengurus dan Anggota PTGI dimohon kepada seluruh Pimpinan – Pimpinan BPD dan BPC di seluruh Indonesia agar dapat menyebarluaskan informasi ini kepada seluruh anggotanya.
Demikian Surat Edaran ini kami sampaikan. Mohon agar dapat dipahami dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Atas perhatian dan kerjasama seluruh pengurus dan anggota diucapkan terima kasih.
Pimpinan PTGI Pusat,
H. Arifin
Ketua Umum PTGI Pusat
Nomor: SE- 01 PTGI/2009
tentang
PEMBERITAHUAN KEWAJIBAN MEMBAYAR IURAN WAJIB
BAGI PENGURUS DAN ANGGOTA
PTGI / PTGI SELURUH INDONESIA
Sehubungan dengan perihal tersebut di atas dapat kami sampaikan beberapa hal terkait khususnya dengan iuran wajib yang diperuntukkan kepada seluruh pengurus dan anggota PTGI / PTGI seluruh Indonesia. Adapun yang ingin kami sampaikan adalah sebagai berikut :
1.Dasar penarikan iuran wajib bagi pengurus dan anggota adalah merujuk kepada AD / ART yang dibuat oleh Notaris tanggal 9 Desember 2008 Pasal 9 ayat 2 tentang kewajiban anggota adalah setiap anggota wajib menyokong keuangan perkumpulan serta memenuhi keharusan membayar uang pangkal dan iuran.
2.Maksud dan tujuan penarikan iuran adalah :
a.Tujuan jangka pendek
-Untuk membuat akta notaris pengurusan surat – surat penting yang didalamnya memuat (sertifikasi, surat perijinan).
-Biaya operasional sehari – hari
-Biaya operasional bulanan (listrik, telepon, dll)
-Pengadaan peralatan kantor
-Biaya pertemuan – pertemuan baik internal maupun eksternal
b.Tujuan jangka panjang
-Direncanakan untuk pengadaan Kantor Sekretariat PTGI mengingat sampai saat ini belum adanya kantor sekretariat padahal kontor sekretariat merupakan hal yang mendasar dalam organisasi.
-Membiayai Peningkatan SDM anggota
3.Besaran uang iuran ditetapkan oleh pengurus sebesar Rp.20.000/bulan, adapun jika ada anggota yang akan menyampaikan saran dan pendapat mengenai keberadaan iuran ini tolong disampaikan lewat pengurus BPD/BPC atau Pengurus Pusat.
4.Adapun tekhnis pembayaran iuran adalah sebagai berikut :
a.Untuk Pengurus dan anggota BPD dan BPC menyerahkan uang iurannya kepada bendahara BPD dan BPC untuk selanjutnya bendahara BPD dan BPC menyalurkan iurannya ke rekening PTGI Pusat di bank BRI cabang Pondok Kopi no rekening 101002010509 a.n PTGI
b.Untuk Pengurus PTGI Pusat bisa langsung ke Bendahara PTGI Pusat
5.Pembayaran iuran selambat-lambatnya tanggal 10 setiap bulannya.
6.Dikarenakan pentingnya informasi Surat Edaran ini segera sampai kepada seluruh Pengurus dan Anggota PTGI dimohon kepada seluruh Pimpinan – Pimpinan BPD dan BPC di seluruh Indonesia agar dapat menyebarluaskan informasi ini kepada seluruh anggotanya.
Demikian Surat Edaran ini kami sampaikan. Mohon agar dapat dipahami dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Atas perhatian dan kerjasama seluruh pengurus dan anggota diucapkan terima kasih.
Pimpinan PTGI Pusat,
H. Arifin
Ketua Umum PTGI Pusat
Rabu, 10 Juni 2009
Selasa, 19 Mei 2009
Keberadaan Tukang Gigi
a.Sejarah Tukang Gigi
Sejak kapan pastinya tukang gigi ada di Indonesia? Sejarah belum bisa menjawabnya dari berbagai data dan informasi belum ditemukan tahun berapa tukang gigi itu mulai ada di Indonesia. Namun dari informasi sesepuh-sesepuh kami di dapat informasi bahwa tukang gigi sudah ada sebelum republik ini lahir.
b.Beberapa populasi tukang gigi yang ada di Indonesia sampai saat ini kalau dihitung secara perkiraan, total tukang gigi dari Sabang sampai Papua diperkirakan 10.000 orang.
c.Dimana tukang gigi tersebar secara merata mulai dari pusat, profesi, kabupaten/kotamadya, kecamatan bahkan di pelosok-pelosok desa. Kita bisa menemui tukang gigi dengan mudah di nusantara ini
d.Apa Kerjanya Tukang Gigi ?
Ruang lingkup pekerjaan tukang gigi dari mata ke mata hanya meliputi pencetakan, pembuatan dan pemasangan gigi tiruan/ gigi palsu yang bongkar pasang / lepasan.
e.Mengapa tukang gigi masih diterima di masyarakat sampai saat ini? Karena tukang gigi itu sangat adaptasi baik dari dimensi waktu, dari dimensi tempat baik di kota, daerah, atau di pelosok dan juga dari dimensi berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu eksistensi tukang gigi dari waktu ke waktu semakin meningkat.
f.Siapa konsumen tukang gigi?
Dan sebelum kemerdekaan sampai era tahun 1970-an tukang gigi mayoritas dipakai di masayrakat umum, namun di era tahun 1980 ke atas sampai sekarang banyak rekan-rekan tukang gigi baik yang praktek klinik, klinik umum maupun dari puskesmas.
Sejak kapan pastinya tukang gigi ada di Indonesia? Sejarah belum bisa menjawabnya dari berbagai data dan informasi belum ditemukan tahun berapa tukang gigi itu mulai ada di Indonesia. Namun dari informasi sesepuh-sesepuh kami di dapat informasi bahwa tukang gigi sudah ada sebelum republik ini lahir.
b.Beberapa populasi tukang gigi yang ada di Indonesia sampai saat ini kalau dihitung secara perkiraan, total tukang gigi dari Sabang sampai Papua diperkirakan 10.000 orang.
c.Dimana tukang gigi tersebar secara merata mulai dari pusat, profesi, kabupaten/kotamadya, kecamatan bahkan di pelosok-pelosok desa. Kita bisa menemui tukang gigi dengan mudah di nusantara ini
d.Apa Kerjanya Tukang Gigi ?
Ruang lingkup pekerjaan tukang gigi dari mata ke mata hanya meliputi pencetakan, pembuatan dan pemasangan gigi tiruan/ gigi palsu yang bongkar pasang / lepasan.
e.Mengapa tukang gigi masih diterima di masyarakat sampai saat ini? Karena tukang gigi itu sangat adaptasi baik dari dimensi waktu, dari dimensi tempat baik di kota, daerah, atau di pelosok dan juga dari dimensi berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu eksistensi tukang gigi dari waktu ke waktu semakin meningkat.
f.Siapa konsumen tukang gigi?
Dan sebelum kemerdekaan sampai era tahun 1970-an tukang gigi mayoritas dipakai di masayrakat umum, namun di era tahun 1980 ke atas sampai sekarang banyak rekan-rekan tukang gigi baik yang praktek klinik, klinik umum maupun dari puskesmas.
Sejarah PTGI (Perkumpulan Tukang Gigi Indonesia
Bermula dari usulan teman-teman sejawat tukang gigi dari berabgai daerah di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan dan Sumatera, Kepulauan Riau dan Sulawesi. Dari usulan teman-teman di sebagian nusantara itu yang pada prinsipnya agar supaya membentuk perkumpulan tukang gigi karena besarnya keinginan dari semua pihak maka lahirlah PTGI ini pada tanggal 9 Desember 2008 tepatnya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat dengan akte notaris No. 1. Maka pada hari itu juga organisasi ini terbentuk.
Dalam rapat pendiriannya, PTGI dihadiri oleh 99 peserta yang pada saat itu peserta yang hadir berasal dari Jakarta, Bekasi, Karawang, Cilamaya, Subang, Bandung, Semarang, Surabaya, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Dari 99 peserta yang hadir ditetapkan seabgai pendiri namun yang tercatat di akte sebanyak 55 orang, akhirnya pada hari itu ditetapkan berdirinya PTGI lengkap dengan logo-logo dan atributnya juga pengurusnya. Demikian sejarah singkat berdirinya Perkumpulan Tukang Gigi Indonesia.
Dalam rapat pendiriannya, PTGI dihadiri oleh 99 peserta yang pada saat itu peserta yang hadir berasal dari Jakarta, Bekasi, Karawang, Cilamaya, Subang, Bandung, Semarang, Surabaya, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Dari 99 peserta yang hadir ditetapkan seabgai pendiri namun yang tercatat di akte sebanyak 55 orang, akhirnya pada hari itu ditetapkan berdirinya PTGI lengkap dengan logo-logo dan atributnya juga pengurusnya. Demikian sejarah singkat berdirinya Perkumpulan Tukang Gigi Indonesia.
Langganan:
Komentar (Atom)
